Indonesia Tawarkan Proyek Perhubungan

  • 25 September 2017
  • Dibaca: 33 Pengunjung
Indonesia Tawarkan Proyek Perhubungan

Pemerintah Indonesia berencana memanfaatkan pertemuan Menteri Perhubungan Negara-negara Asia dan Eropa di Bali, 26-28 September 2017, untuk menawarkan proyek infrastruktur perhubungan. Selain kerja sama multilateral dan bilateral antar-negara peserta, pertemuan itu akan menjadi forum bisnis an-tarpelaku usaha transportasi dan logistik.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di kantor Kemen-terian Perhubungan, Jakarta, Senin (18/9), mengatakan, sedikitnya 18 menteri, pejabat setingkat menteri dari 51 negara, dan organisasi internasional menyatakan hadir. Negara-negara yang menyatakan hadir antara lain Inggris, Rusia, Latvia, Hungaria, Luksemburg, Laos, Jepang, Chi-na, Korea Selatan, India, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Brunei.Selain membahas strategi mengintegrasikan perhubungan Asia-Eropa, Indonesia berharap bisa menggaet investor untuk mendanai proyek infrastruktur perhubungan dalam pertemuan bertajuk The 4th Asia-Europe Meeting Transport Ministers Meeting (ASEM TMM4) itu.

“Proyek yang akan ditawarkan terkait pengembangan sektor perhubungan laut dan perhubungan udara, antara lain Tanjung Priok, Kualanamu, Kuala Tanjung, Bitung’, Mandalika, Ma-kassar, dan Balikpapan,” kata Budi Karya.

Selama ini penawaran dilakukan pemilik proyek, seperti BUMN, kepada calon investor. Kini, pihaknya bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan pusat kerja sama pemerintah dan swasta (public private partnership cen-ter) agar lebih efektif.

Kepala BKPM Thomas Lem-bong mengatakan, ajang ASEM TMM4 strategis untuk mendorong investasi di infrastruktur perhubungan. Ada tiga segmen yang setidaknya bisa dimanfaatkan Indonesia untuk mendetailkan kerja sama bilateral, yakni kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Asia, dan Eropa.
Dengan Singapura, misalnya, Indonesia perlu melanjutkan pembicaraan tentang rencana pengembangan pariwisata dan kapal pesiar. Adapun pembicaraan dengan Jepang terkait pengembangan Pelabuhan Patim-ban, sedangkan dengan Korea Selatan terkait pembukaan rute penerbangan dan pariwisata, dan Jerman terkait pengembangan pendidikan kejuruan dan kerja sama perkeretaapian.

Salah satu proyek yang akan ditawarkan adalah pengembangan Bandara Kualanamu di Su-matera Utara sebagai pengumpul kelas dunia. Menurut Daan Ach-mad, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha PT Angkasa Pura II (Persero), Kualanamu punya potensi menjadi alternatif Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten.

KEK Pulisan

Sementara itu, Sulawesi Utara membangun infrastruktur untuk mewujudkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pulisan, Minahasa Utara, sebagai destinasi unggulan pariwisata bahari. Kawasan seluas 2.000 hektar dan jalan sepanjang 40 kilometer yang menghubungkan Manado-Puli-san siap dikerjakan pada tahun anggaran 2018.

Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey di Manado, Sulut, Senin, mengatakan, KEK pariwisata Manado-Pulisan telah diperkenalkan ke investor Singapura, Korea Selatan, dan Kanada. KEK Pulisan yang seluas 2.000 hektar memiliki belasan pantai.

Sumber: kompas.com

  • 25 September 2017
  • Dibaca: 33 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

Cari Berita